22 February, 2020

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Karoseri Laksana Semarang kembali melakukan ekspor 10 unit  bus, untuk ekspor kali ini adalah bus double decker ke Bangladesh. Bukti karya anak bangsa semakin diminati di dunia internasional. Prosesi pelepasan ekspor 10 bus tingkat dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jumat (21/2/2020). Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas juga nampak hadir di Karoseri Laksana dalam rangka pelepasan unit Bus Double Decker Laksana ke pasar ekspor Bangladesh.

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh
Bus Legacy SR2 Double Decker (Foto: IG @Laksanabus)

Didampingi Bupati Semarang, Mundjirin, Ganjar melepas ekspor dengan menyiram bus menggunakan air kendi. 

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Interior bus karya anak bangsa ini terlihat sangat mewah dan elegan karena menggunakan bahan komposit cetak sehingga terlihat rapi dan elegan. Desain ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dengan menerapkan teknologi terbaru yaitu optimized structure design. Penggunaan bahan-bahan komposit ringan dan diletakan pada area-area yang tepat sehingga menurunkan titik gravitasi kendaraan serta membuat bus menjadi lebih stabil. 

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Berikut video penampakan bus Scania double decker di showroom Laksana.


Bus berbody Legacy SR2 Double Decker produksi karoseri Laksana yang diekspor ke Bangladesh telah memenuhi standar keamanan internasional UN ECE-R66. Bus Scania dibuat dengan desain dan dimensi panjang yang sesuai peraturan Bangladesh. Laksana wajib mematuhi regulasi yang berlaku di negara tujuan. Seperti peraturan lokasi pintu, ketinggian dek hingga kewajiban adanya seatbelt di tiap jok. Selain itu sebelum melakukan ekspor bus, salah satu undang-undang yang harus dipenuhi oleh Karoseri Laksana adalah tentang standar UU ECE-R66 yang membahas tentang kemampuan bus saat terguling. 

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Persyaratan peraturan ini juga berkenaan dengan kekuatan suprastruktur yang cukup menentukan. Tiga parameternya adalah adalah; kekuatan struktural, potensi energi, dan ruang sisa. Untuk memenuhi standar ini Laksana melibatkan beberapa pihak, seperti Kementerian Perhubungan, Institut Teknologi Bandung, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Bangladesh adalah negara ketiga yang menjadi pasar ekspor karoseri Laksana, setelah sebelumnya mengekspor lebih dari 200 unit bus ke Fiji dan Timor Leste. Tentu saja ini menjadi Ini prestasi atas kegigihan upaya kita untuk memajukan ekspor ke pasar-pasar non-tradisional. Ekspor bus ini juga merupakan salah satu realisasi dari komitmen pemerintah Indonesia dan Bangladesh untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. 

Ganjar Pranowo Melepas 10 Bus Buatan Karoseri Laksana Untuk Ekspor Ke Bangladesh

Dalam acara pelepasan ekspor bus double decker ini pak Ganjar Pranowo nampak sangat mengagumi bus buatan karoseri, silahkan simak keseruan pak Ganjar Pranowo di karoseri Laksana dalam video ini. 


Beliau juga nampak bersemangat menjajal bus dan mengelilingi pabrik perakitan bus yang sudah terkenal di dunia otomotif Indonesia itu. Satu per satu bagian pabrik beliau masuki untuk melihat langsung proses perakitan body bus dari awal sampai akhir.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email