27 May, 2017

Tips Aman Naik Bus, Hindari Duduk Di Depan Kiri Saat Naik Bus

Busnesia - Sebulan sebelum memasuki musim mudik lebaran 2017, Busnesia akan berbagi tips aman naik bus. Pada momen hari raya, bus masih menjadi pilihan utama untuk mudik. Meskipun kita semua berharap keselamatan akan menyertai perjalanan kita, namun kita tak akan pernah tahu bus yang kita tunggangi celaka atau tidak. Nah, tips selamat naik bus ini untuk meminimalisasi dampak dari sebuah kecelakaan bus. Kita sebenarnya bisa meminimalisasi dampak kecelakaan dengan cara selektif memilih letak posisi duduk.


Duduk Di Depan dan Belakang Sama Berbahaya

Saat kita naik bus, duduk di barisan paling depan adalah posisi paling berbahaya. Menurut hasil penelitian University of Buffalo yang mengumpulkan data dari 60.000 kecelakaan di Amerika Serikat, tingkat luka parah atau kematian saat duduk kursi barisan depan mencapai 86 persen.

Seperti telah kita ketahui bersama, mayoritas kecelakaan bus mengalami kerusakan parah di bagian depan, dengan body yang penyok atau ringsek. Kecelakaan bis di Indonesia mayoritas disebabkan human eror, entah dia lalai dan karena ugal-ugalan atau suntuk dan mengantuk.

Dengan duduk di barisan depan maka anda berisiko terlempar saat benturan, hal ini disebabkan tubuh tak terikat sabuk pengaman. Dalam kondisi tabrakan yang parah, penumpang di bagian depan pun berpotensi terhimpit oleh body depan bus yang penyok.

Dalam soal konstruksi bus, seorang blogger dan pemerhati bus Ann Diana menjelaskan bagian depan cenderung hal yang paling lemah. Terlebih mayoritas bus di Indonesia bukan bertipe monocoque yang kerangka bawah dan bagian bodynya menyatu. Keuntungan monocoque adalah kemampuan menghasilkan crumple zone, daerah aman ketika terjadi benturan. Pengelasan monocoque biasanya di lakukan di pabrik bus tersebut. Sedangkan bus-bus di Indonesia yang konstruksi chasisnya memakai ladder frame atau modular konstruksi tiang-tiang kerangka dari bus itu dibuat di karoseri.

Kelemahan ini membuat bus tidak hanya rawan di bagian depan, bagian belakang pun punya resiko yang sama. Pada beberapa kasus, kondisi bus yang hancur malah ada di bagian buntut akibat ditabrak oleh kendaraan lain dari belakang.

Kesimpulannya adalah dua posisi duduk yang harus dihindari adalah deretan kursi yang paling depan dan paling belakang. Seorang blogger traveller terkenal di Australia, Bill Bogenschutz, menyarankan dua atau tiga deret kursi paling depan dan belakang usahakan dihindari demi meminimalisir efek dari kecelakaan.

Dari penjelasan diatas, Busnesia merekomendasikan posisi duduk yang paling aman berada di bagian tengah. Apalagi jika melihat konstruksi chasis bus umumnya di bagian tengah di atas roda belakang lebih kuat dan tebal. Namun efek duduk di atas roda tentunya akan menggangu kenyamanan karena getaran dan suspensi saat bus melaju cukup keras.

Duduk di Kiri atau Kanan Mana Lebih Aman?

Duduk di kiri atau kanan, mana yang lebih aman? Jika anda terpaksa duduk di deretan bangku depan, usahakan hindari duduk di sebelah kiri. Apa sebab? Kebanyakan kecelakaan biasanya diawali saat si supir hendak menyalip mobil di depannya dan mengambil lajur kanan. Saat kaget dan dihadap-hadapkan pada kendaraan lain di lajur kanan yang berlawanan arah, secara reaktif si supir akan membanting mobil ke luar jalan di sisi kanan.

Reflek ini tentunya untuk membuat posisi si supir tetap aman saat tabrakan terjadi. Namun, risikonya dia akan mengorbankan body bus bagian kiri yang ditabrakan. Kalaupun tetap memilih duduk depan maka pilih di sebelah kanan dibelakang pengemudi bus. Posisi ini jauh lebih aman ketimbang duduk di kiri, karena alasan tadi di atas.

Kesimpulannya adalah posisi duduk di tengah adalah posisi paling aman. Coba kita perhatikan bus yang remuk setelah tabrakan, Kita akan menjumpai banyak kesamaan yakni bagian yang hancur parah adalah ‘moncong’ dan ‘pantat’ bus. Hal ini karena kecelakaan sering terjadi dari arah depan dan ada yang dari belakang.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email