29 October, 2014

Mencoba Bus Klasik Mitsubishi MR470 Bersama Gresik Penggemar Bus

Ulang tahun merupakan hari yang penting bagi banyak orang. Selain menandai perjalanan hidup, momentum ulang tahun kerap kali menjadi saat yang tepat untuk mengungkapkan harapan, berbagi kebahagiaan hingga komitmen untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Tak heran jika sebuah pesta meriah diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran ini. 

Begitu juga dengan Komunitas Gresik Penggemar Bus atau yang lebih dikenal GPB. Meskipun markas besar yang biasa buat berkumpul di Terminal Bunder, Parkir Bus Sunan Giri & Parkir Bus Sunan Malik Ibrahim, untuk merayakan ulang tahun ke 2 mereka malah memilih touring ke Jawa Tengah dan salah satunya Kota Purworejo tepatnya mereka mengunjungi garasi PO Sumber Alam dan Kawasan Wisata Terpadu Sumber Adventure Center atau lebih dikenal dengan SAC Kutoarjo pada tanggal 25 Oktober 2014. Tujuan mereka kesana adalah untuk mencoba bus klasik buatan tahun 1963 yakni bus Mitsubishi MR470 . Menurut mas Gunadi yang juga ketua komunitas GPB, dipilihnya bus Mitsubishi MR470 ini karena selain unik dan langka juga membawa harapan para anggotanya mengenal bus tempo dulu.


Gresik Penggemar Bus Fotto Bersama Bus Mitsubishi MR470 Di Kota Purworejo
Berbeda dengan komunitas lain yang cenderung memilih bus baru dan bagus untuk bersenang senang. Mereka lebih memilih bus klasik untuk merayakan hari jadi mereka. Mereka ingin mengenang masa lalu. Mereka ingin merasakan bus tempo dulu. Dan kebetulan Sumber Adventure Center (SAC Kutoarjo) yang juga masih milik PO sumber Alam mempunyai bus klasik bermerk Mitsubishi yang bisa di sewa untuk nostalgia.

Mas Romdlon Mubarok yang juga menjadi ketua baru GPB 2014-2016 mengungkapkan selain untuk nostalgia, turing ini juga mengobati rasa penasaran dengan bus bertenaga 165PS dari dapur pacu seri 6DB1 berkapasitas 8550cc. Bus ini tergolong maju di jamannya, terbukti dengan adanya pintu darurat di bus tersebut.


Dalam acara ini, peserta diberangkatkan dari museum otomotif SAC di desa Andong, Kutoarjo. Kemudian bus menuju ke kota Purworejo dengan pengemudi mas Harno dan parkir di depan masjid agung Purworejo. Di masjid ini para peserta bisa melihat peninggalan sejarah berupa bedug terbesar di dunia.




Bus Dikemudikan Oleh Mas Harno
Interior masih orisinil














Setelah sekitar 1 jam mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang menuju SAC Kutoarjo. Mas romdlon Mubarok yang juga berprofesi sebagai Wakil Kepala sekolah ini menuturkan touring ini  benar benar menjadi momen yang tak terlupakan dan para peserta benar benar merasa puas. 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email