15 September, 2014

Sejarah PO Karya Sari Babad Alas Jl Daendels Selatan Kebumen

Saat itu sekitar Juli 2002 antusiasme masyarakat pantai selatan memanfaatkan peluang di jalan selatan-selatan Jateng atau lebih dikenal dengan nama jl Daendels mulai tampak. Bahkan pengusaha angkutan berminat membuka trayek Kebumen-Yogyakarta lewat pesisir itu dengan bus sedang.

Baca juga: Makna Dan Arti Livery PO Karya Sari


Kepala Sub Dinas Perhubungan Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kebumen R Herry Poernady SH, Sabtu (29/6/2002) mengungkapkan kendaraan trayek Petanahan-Grabag-Brosot-Yogyakarta pada jalur pesisir selatan itu jenis bus dengan 26-30 tempat duduk atau penumpang. "Jadi bukan bus engkel," jelas Herry.

Pengoperasian angkutan umum yang menjadi dambaan masyarakat pesisir selatan Jateng, akhirnya terwujud. Dirjen Perhubungam Darat per 1 November 2002 telah menyetujui izin trayek minibus Petanahan-Grabag-Yogyakarta. Ketika itu Kepala Sub-Dinas Perhubungan Dishubpar Kebumen R Herry Poernadi SH mengatakan, izin trayek dari Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Anton S Tampubolon itu berlaku untuk empat minibus 27 seat (tempat duduk).

Adapun jalur Petahan-Grabag-Brosot-Terminal Umbulharjo, Yogyakarta sejauh 127 km itu akan dilayani 4 bus dari dua perusahaan, yakni Karyasari dan Ikan Mas. Saat itu bus berangkat dari terminal perintis Petanahan pertama pukul 04.30, kemudian pukul 05.00, 05.30 dan terakhir pukul 06.00. Dari terminal Umbulharjo, terakhir pukul 17.00

Sayang setelah 12 tahun dibukanya Jl Daendels sekarang hanya PO Karya Sari yang masih bertahan karena PO Ikan Mas gugur mundur teratur.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email