10 October, 2016

Sejarah Bus PO Santoso Beserta Armada Bus Santoso Tempo Doeloe

BusNesia - Kali ini BusNesia akan mengupas sejarah bus PO Santoso dan kami sertakan pula foto-foto bus Santoso jadul. Magelang memiliki posisi yang sangat sentral di tengah pulau Jawa. Kewilayahan Magelang yang tidak memiliki garis pantai, tentu menjadikan Magelang hanya memiliki kemungkinan pengembangan sarana transportasi darat ataupun udara. Untuk sarana transportasi udara, nampaknya untuk saat ini hingga beberapa tahun ke depan, masih belum akan berkembang karena dari pertimbangan ekonomi masih lebih efektif menginduk ke bandara Adi Sucipto di Yogyakarta, maupun Ahmad Yani di Semarang. Di sisi lain, untuk sarana transportasi darat, Magelang sudah sangat lama tidak dilalui kereta api. Padahal dalam sejarahnya di masa Hindia Belanda, maupun awal orde lama, layanan kereta api jurusan Jogja – Ambarawa, maupun Magelang – Purwokerto melalui Temanggung dan Wonosobo pernah mengalami masa kejayaannya. Nah, satu-satunya moda transportasi darat yang berkembang hanya bus, dan kali ini kami akan membahas bus Santoso asal kota Tidar Magelang.


Sejarah PO Santoso

PO Santoso adalah perusahaan bus yang lahir di kota Magelang menjelang tahun 70an dan memiliki pool di Jl. Ahmad Yani atau Pontjol pada tempo dulu. PO. Santoso pada awalnya dirintis oleh suami-istri yang berprofesi sebagai dokter yakni dr.Anwar Sani. Saat itu PO Santoso  memulai trayek bumel Jogja-Magelang-Semarang dan Gombong-Purworejo-Magelang-Semarang. Setelah mengelola PO.Santoso pak dokter ini tidak praktek lagi dan konsentrasi pada bisnisnya. Namun begitu sang istri masih praktek dan mengutamakan pelayanan kesehatan pada keluarga karyawannya. Sekarang PO Santoso ini sudah di wariskan pada anaknya setelah dr.Sani meninggal. Nah, itulah sedikit sejarah dari PO Santoso.

Foto: Bp. Joko Soenaryo, pengemudi Santoso tahun 1971 - 1996 yang sekarang tinggal di Ambarawa
Dalam sejarahnya, PO Santoso Berawal dari PO. Tresno dengan garasi di Kutoarjo sekitar tahun 60-70-an, kemudian PO Tresno di wariskan pada 3 anaknya. Setelah dibagi-bagi, Perusahaan Otobus ini akhirnya menjadi 3 Perusahaan Otobus baru yakni:

1. PO. Hidup Baru, pool di Kutoarjo - Purworejo
2. PO. Kencana Jaya, pool di Kutoarjo
3. PO. Santoso, pool di Magelang


PO. Hidup Baru & PO. Kencana Jaya tidak bertahan lama dan di beli PO.Sumber Alam (Kutoarjo) yang masih terhitung saudara. Namun ada beberapa unit Kencana Jaya yang di jual ke PO.Santoso, beberapa tahun sebelum Kencana Jaya tutup total. Sehingga dulu, di jalur bumel Purwokerto-Semarang ada istilah Kencana Jaya 'coklat' (milik Santoso) dan Kencana Jaya 'biru' (milik Kencana Jaya). Sudah umum dalam dunia per-bus-an, jual unit bus berikut trayek dengan tetap memakai nama PO lama. Setelah Kencana Jaya tutup total, armada yang tersisa di ambil alih PO Sumber Alam berikut trayek bumel-nya. (sebelumnya Sumber Alam tidak punya trayek bumel). Setelah seluruh unit Kencana Jaya diganti nama jadi Sumber Alam jam & trayeknya yang masih di pakai oleh PO Sumber Alam.




Awal tahun 70an berbekal armada Mitsubishi Fuso T653 dan Mercedes Benz LP 911, armada ini menguasai jalur Jogja Magelang Semarang, Purwokerto Magelang Semarang dan Cilacap Magelang Semarang. Awal tahun 80an seiring dengan bertambahnya armada yg sedemikian cepat, pemilik membangun garasi yang lebih besar di Kupatan, sebuah kampung di ujung utara kota Magelang. Pada saat itu Santoso mulai fokus menggunakan armada Mercedes Benz seiring dengan datangnya tipe baru MB OF 1113.


Bus Malam PO Santoso

Akhir tahun 80an bus ini mulai mencoba berbisnis di jalur bus malam jurusan Jakarta, dan cukup sukses dalam melayani penumpang di jalur Wonosari Klaten Jogja Jakarta Merak.
Tahun 90an seluruh garasi dipindah ke kantor pusat di Jl. Sukarno Hatta. Hingga saat ini memiliki bisnis transportasi bumel, bus malam, pariwisata dan ekspedisi jasa pengiriman paket. PO Santoso dikenal sebagai bus malam yg menjual ketepatan waktu dan digawangi oleh mekanik dan pengemudi yang handal dan termasuk sebagai salah satu PO yang mampu bertahan hingga hampir 50 tahun

Untuk transportasi antar kota antar propinsi seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, hingga Sumatera telah banyak dilayani armada bus, baik yang berpangkalan asli di Magelang maupun kota lain. Khusus jurusan arah wilayah pulau Jawa bagian barat dan Sumatera, layanan bus didominasi oleh bus malam. Beberapa armada yang melayani warga untuk tujuan tersebut diantaranya PO Santoso, Handoyo, Ramayana, dan Putra Remaja. Rata-rata semua armada tersebut menyatakan diri sebagai bus malam cepat.

Apa sih yang diinginkan pelanggan bus malam cepat? Tentu jawaban standar akan didapatkan, seperti kenyamanan, kecepatan dan ketepatan waktu, jaminan keselamatan, dan yang paling menentukan adalah soal harga atau tarif. Untuk penumpang kelas menengah, bisa jadi bus Santoso menjadi pilihan. Beberapa hal yang menjadikan pelanggan bus malam cepat yang satu ini diantaranya harga yang relatif terjangkau, dan faktor ketepatan atau kecepatan waktu tempuh.

Untuk saat ini  trayek bus Santoso yang mencapai Klaten dan Gunung Kidul menjadikan pelanggan Santoso tidak hanya berasal dari warga Magelang saja, tetapi luas hingga Klaten, Gunung Kidul, Jogjakarta, Sleman, hingga Temanggung. Trayek tujuan Santoso di Jabodetabek dan sekitarnya meliputi Bekasi, Pulogadung, Mampang, Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Bogor, Grogol, Tanjung Priok, Tengarang, Balaraja hingga Cilegon dan Merak.

Alamat Kantor Pusat PO Santoso
Jln. Soekarno – Hatta No.22 Telp.(0293) 363715 Magelang
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

krn ini bus sangat memorabilia bagi masyarakat magelang, ijinkan saya ya penulis.
terimakasih

Terima Kasih

Followers

Follow by Email