24 September, 2016

Berkat Pande Perum PPD Selamat Dari Kebangkrutan Dan Untung Berlipat

BusNesia - Siapa yang tak kenal dengan bus PPD? Bus PPD sudah malang melintang di ibu kota sejak zaman Belanda tahun 1920. Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD) menjadi pelopor perkembangan angkutan bus kota di Jakarta. Ya, Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) menjadi tonggak sejarah Transportasi di DKI Jakarta yang memegang peranan sangat penting dalam proses pembangunan. PPD merupakan perusahaan transportasi naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang hampir 100 tahun melaksanakan pengusahaan angkutan umum di wilayah DKI Jakarta.


Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun melayani negeri di bidang transportasi umum PPD seharusnya memberikan standar pelayanan dengan kualitas yang memuaskan pelanggan. Namun PPD sempat terhadang banyak masalah. Salah satu masalah terbesar yang dialami oleh PPD adalah minimnya kas sehingga berdampak pada proses pemberian gaji kepada karyawan. Ancaman akan dilikuidasi muncul setelah PPD menerima surat dari pemerintah.

Dalam lingkup tahun 2000, jumlah pegawai Perum PPD mencapai 3.700 karyawan. Sehingga dengan minimnya dana yang dimiliki, PPD melakukan rasionalisasi atau pemangkasan jumlah karyawan hingga 2009 menjadi 700 karyawan. Nah di sinila PPD mempunyai cerita panjang soal kebangkitan perusahaan ini dari jurang kebangkrutan pasca 2010. PPD sudah mulai berubah sejak tahun 2010. Walaupun masih merugi pada kurun waktu 2011 sebesar Rp 1,5 miliar, tetapi dengan memobilisasi bus yang rata-rata berusia di atas 12 tahun dan seiring berkembangnya waktu, tahun 2012 PPD berhasil meraup keuntungan Rp 6,1 miliar.

Perum PPD membaik pada tahun 2012. Ketika itu, tampuk kepemimpinan Perum PPD berada di tangan Pande Putu Yasa (48). Kala itu, Pande melakukan efisiensi pada segala bidang. Terutama efisiensi operasional dan keuangan. PPD banyak memotong biaya yang tidak perlu. Contohnya, pengadaan bus awalnya dengan menggunakan mitra dirubah dengan pengadaan sendiri.

Pande bukanlah orang baru di Perum PPD. Dia bergabung ke PPD sejak 1984. Datang dari Gianyar, Bali ke Jakarta sejak tahun 1983, setahun kemudian dia bergabung dengan PPD. Pande memulai karier di Perum PPD sebagai staf administrasi teknik, dan terus menapaki karier hingga mencapai level manajerial sebagai sekretaris perusahaan pada 2011, dan kemudian dipercaya sebagai direktur (plt) pada 2012. Pande menjabat secara resmi sebagai direktur utama Perum PPD pada tanggal 6 Mei 2015.


Akirnya pada 2016 PPD mendapatkan 600 unit bus rapid transit (BRT) dari Kementerian Perhubungan. Bus-bus tersebut akan dioprasikan untuk menguatkan armada Transjakarta dan Transjabodetabek yang sudah beroperasi sebelumnya.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email