06 April, 2015

Ini Penyebab Bus Efisiensi Stop Operasi

Setelah beroperasi kurang lebih 18 tahun melayani pelanggan setia, tiba-tiba terdengar kabar mengejutkan dari bus Patas PO Efisiensi yang di rilis melalui Fans Page PO Efisiensi Comunity
 pada tanggal 05 April 2015 kalau PO Efisiensi stop operasi. Dan inilah pemberitahuan tersebut: 
"Selamat pagi Bersama ini kami beritahukan bahwa Po Efisiensi STOP OPERASI tmt (terhitung mulai tanggal ) 5 april s/d batas waktu yang belum ditentukan. Uang tiket akan dikembalikan 2x harga tiket di agen tempat anda membeli tiket. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan Terimakasih telah memilih efisiensi sebagai sarana transportasi anda." 

Awal awal armada Efisiensi

Tentu saja ini sangat mengejutkan dan membuat banyak orang bertanya tanya mengingat PO Efisiensi baru saja menurunkan beberapa armada baru dan membuka trayek baru sampai Prambanan dan juga menerapkan sistem pembelian tiket secara online seperti pada Kereta Api. Dan di bawah ini adalah pemberitahuan trayek baru PO Efisiensi Purwokerto - Prambanan dan Cilacap Prambanan.

Efisiensi Transport
Pelaggan Efisiensi Yth :
Mulai tanggal 1 April 2015 Patas dapat Anda nikmati dari Prambanan
1. Prambanan - Cilacap :
Prambanan - Bandara - UPN - Jakal - Ambarketawang - Wates -
Kebumen - Cilacap.
Jam pemberangkatan : 09.30 ,10.30,11.30
2. Prambanan - Purwokerto :
Prambanan - Bandara - UPN - Jakal - Ambarketawang - Wates -
Kebumen - Purwokerto.
Jam Pemberangkatan : 07.15 , 08.15, 09.15, 10.15,11.15


Armada Baru Efisiensi

Smart Bus, Online Ticket Bus

05 April 2015 PO Efisiensi Stop Operasi 
Banyak yang bertanya-tanya kenapa kok tiba-tiba PO Efisiensi stop operasi mulai tanggal 05 April 2015. Pimpinan Cabang PO Efisiensi Purwokerto Andang Pagista Mukti mengakui, bus Patas Efesiensi yang melayani rute Purwokerto-Yogyakarta dan Cilacap-Yogyakarta, sejak dua hari terakhir memang tidak beroperasi. Hal ini karena sejumlah awak bus melakukan aksi mogok menyusul kebijakan manajemen perusahaan menerapkan sistem baru pemesanan tiket bus. "Para awak bus ini menolak aturan baru pembelian tiket dengan sistem online yang akan diterapkan pihak perusahaan. Para awak bus meminta agar sistem pembelian tiket penumpang tetap menggunakan sistem manual," jelasnya. Rencana pemberlakukan sistem online ini akan mulai  pada bulan mei 2015. Kebijakan manajemen ini ditentang, karena awak bus dimungkinkan tidak lagi bisa mengambil penumpang di jalan. Meski nilainya tidak seberapa, namun para awak bus tersebut bisa sedikit mendapat tambahan  penghasilan dari adanya penumpang yang diangkut di tengah perjalanan.

Saat ini, bus PO Efisiensi jurusan Purwokerto-Yogyakarta dan Cilacap-Yogyakarta, menjadi satu-satunya bus patas yang melayani kedua rute tersebut.  Karena itu, tingkat okupansi penumpangnya juga cukup tinggi. Padahal harga tiketnya cukup mahal, Rp 70 ribu atau hampir dua kali lipat bus kelas ekonomi.

Dijelaskan oleh Andang dalam sehari, PO. Efisiensi Jogja- Purwokerto PP sebanyak 28 kali. Dengan  jumlah tempat duduk satu bus mencapai 43 kursi, dengan okupansi 80 persen pada hari Senin-Jumat, dan hari Sabtu- Minggu rata-rata 100 persen tempat duduk, di tempati oleh penumpang yang kebanyakan mahasiswa dan pelancong. 

Menurut Andang, pihaknya mengambilakan dua kali harga tiket kepada penumpang yang telah membeli, akibat aksi mogok ini. Diperkirakan dua hari aski mogok ini manajemen sudah mengalami kerugian hingga Rp 140 juta. Karena harus mengembalikan sedikitnya 1000 tiket. Belum lagi kerugian pendapatan, dua hari tidak beroperasi dari pendapatan tiket.



 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

tuh kan kerauan belangnya, dasar INDON RAKUS

Terima Kasih

Followers

Follow by Email