18 April, 2015

Bus Ikarus Oleh Oleh Mba Tutut Soeharto

Mbak Tutut mendatangkan 43 bus Ikarus berbahan bakar gas sekitar April 1995. Bus Ikarus ini sebagai Proyek percontohan. Setelah PT Volgren Indonesia menyatakan kesiapan mengoperasikan bus kota berbahan bakar gas, langkah itu  disusul PT Insan Gaya Wira, yang belum lama berselang menandatangani persetujuan membeli 43 bus berbahan bakar gas  merek Ikarus. Kesepakatan itu merupakan oleh-oleh kunjungan  Pengusaha Siti Hardijanti (Mbak Tutut) Rukmana ke Hungaria.

Foto: Gondes Mubarok (Sejarah Transportasi)

Foto: Gondes Mubarok (Sejarah Transportasi)

Foto: Gondes Mubarok (Sejarah Transportasi)

Foto: Gondes Mubarok (Sejarah Transportasi)

Bus-bus tersebut dioperasikan Perum PPD. Pembelian 43 bus Ikarus, menurut Direktur Komersial PT Insan, Irwan Hasman, dalam rangka proyek percontohan penggunaan bus bahan bakar gas oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Mengingat kondisi pencemaran udara oleh asap mobil di Jakarta saat itu sudah cukup parah, sehingga kehadiran mobil yang minim polusi sangat diperlukan. Terpilihnya Insan mengageni mobil Ikarus setelah lolos dari lelang terbuka yang diadakan Ditjen Perhubungan Darat waktu itu. Ketika itu perusahaan milik Mbak Tutut ini menyodorkan pilihan bus Ikarus, dan menang. Untuk merealisasikan bus-bus berbahan bakar gas itu pemerintah menyediakan kredit ekspor sebesar US$ 10 juta. Sebanyak US$ 6,5 juta untuk membayar pembelian bus Ikarus, sedangkan sisanya dipakai buat membangun stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di Jalan Daan Mogot, Jakarta. Bus tersebut dilengkapi pendingin udara tersebut akan dikemas seperti bus Patas, yang sudah dioperasikan di Jakarta.

Perusahaan milik Pemda Jakarta ini sejak dua tahun sebelumnya memang telah menerima titipan satu bus Ikarus dengan bahan bakar solar, milik PT Gapura Intramotor, dan  saat itu masih dalam uji coba untuk jalur-jalur padat Blok M - Kota atau Taman Mini - Grogol. Bus Ikarus dengan model gandeng yang di coba sekarang ini berkapasitas 185 orang. Jatuhnya pilihan ke mobil Ikarus, menurut Komisaris PT Insan, Edy Kuntadi, karena kualitasnya tidak kalah dengan produk lain.


"Harga dan pelayanan purnajualnya juga baik," katanya tanpa mau menyebut harganya. Di samping itu, menurut Edy, ada faktor lain yang membuat Insan memilih Hungaria, yakni negeri ini dalam jangka panjang akan menjadi pintu dagang untuk Eropa Timur. "Untuk itu, kita harus segera menjalin kerja sama dengan mereka," kata Edy, yang menjadi salah satu calon ketua umum Hipmi periode
mendatang.  Disepakatinya pembelian bus-bus Ikarus ini makin memperkukuh posisi Mbak Tutut dalam bisnis otomotif. Sebelumnya, Mbak Tutut, lewat perusahaan PT Citra Lamtoro Gung Persada (CLGP), telah mengantongi lisensi sebagai penyalur mobil sedan Proton Saga dengan kontrak pembelian sebanyak 1.000 unit. Pembelian sedan buatan Malaysia ini merupakan imbal beli dengan enam buah pesawat CN 235 buatan IPTN.

Sumber: GATRA
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email