24 December, 2014

Bus DAMRI Lintas Negara Pontianak - Kuching - Bandar Sri Begawan

Angkutan lintas batas negara yang menempuh rute Pontianak (Kalimantan Barat, Indonesia) -  Kuching (Serawak-Malaysia) - Bandar Seri Begawan (Brunei Draussalam) tersebut merupakan implementasi dari Kesepakatan Kerjasama Brunei Darusalam - Indonesia - Malaysia and the Philipines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) di bidang angkutan lintas batas bis Komersial (BIMP-EAGA Memorandum of Understanding (MOU) on Cross-Border Movement of Commercial Buses and Coached) yang ditandatangani oleh para Menteri transportasi Negara BIMP-EAGA di Singapura pada tanggal 2 Nopember 2007. Pengoperasian angkutan lintas batas negara dimana dari pihak Indonesia antara lian dioperasikan oleh PERUM DAMRI yang dimulai sejak bulan Nopember 2008 tersebut melintas jarak sekitar 1.200 km dengan waktu tempuh sekitar 26 jam. Setiap hari, sekitar pukul 8-10 malam, satu bus DAMRI berangkat dari Pontianak menuju Bandar Seri Begawan, sedangkan keberangkatan dari Bandar Seri Begawan adalah  jam 4 sore.

Foto: Majalah Transmax
Foto: Majalah Transmax
Fasilitas bus terbilang cukup nyaman karena dilengkapi dengan Air Conditioner, kapasitas tempat duduk 28 seat, toilet dan ruang merokok. Berdasarkan info dari sopir bus DAMRI, dalam perjalanan, bus akan berhenti 3 kali dan penumpang diberi fasilitas makan 1 kali. Guna menjamin keamanan dalam perjalanan serta mendukung kelancaran perjalanan bus, KBRI Brunei meminta agar dalam bus dipasang pengumuman mengenai jenis-jenis barang yang dilarang masuk ke Brunei Darussalam.






Antusiasme masyarakat baik masyarakat Indonesia maupun Brunei Darussalam terhadap beroperasinya angkutan yang melintas pulau Kalimantan ini sangat besar. Hal ini terlihat dari load factor bus yang rata-rata lebih dari 50% setiap harinya. Selain para TKI yang bekerja di Brunei, angkutan tersebut juga sangat diminati oleh masyarakat Brunei Draussalam maupun Pontianak yang hendak melancong dan meniknmati keindahan pulau Klaimantan dari dekat.

Keberadaan angkutan lintas batas tersebut selain memperlancar pergerakan penumpang antara negara, juga merupakan sarana untuk lebih mendekatkan masyarakat serumpun tiga negara yang berbatasan darat yaitu Indonesia-Malaysia dan Brunei Draussalam baik dari segi sosial, ekonomu maupun kebudayaan, sebagaimana yang dicita-citakan melalui kerjasama wilayah pertumbuhan ekonomi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philipina.

Sumber: Dyah Purnamaningrum
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email