15 June, 2014

Proses Pembuatan Bus Tingkat MAN R37 Di Karoseri Nusantara Gemilang

Indonesia memasuki babak baru teknologi transportasi bus. Mulai tahun 2013 berbagai pabrikan bus memperkenalkan teknologi tinggi yang ada pada chassis buatan mereka. Meski tahun 2014 identik dengan tahun politik, tahun ini diprediksi peredaran berbagai pabrikan bus yang mengusung teknologi terbaru mulai marak. Karoseri Nusantara Gemilang yang baru berumur setahun tak ingin ketinggalan. 




Setahun terakhir mereka digandeng MAN, pabrikan bus dan truk asal Jerman, untuk memproduksi bus dengan spesifikasi khusus. Kehadiran MAN R37 dengan tiga sumbunya yang digerakkan mesin 12 liter bertenaga 460 HP, langsung disambut Nusantara Gemilang dengan rangka khusus.

Karoseri yang bekerja sama dengan Gemilang coachwork Malaysia ini menyiapkan dua opsi. Bus dengan rangka panel alumunim dan bus dengan rangka baja. Namun keduanya dilapisi alumunium di sekujur bodinya. Teknologi semacam ini masih jarang diterapkan di Indonesia, namun Karoseri Nusantara Gemilang memberanikan diri memulai teknologi yang bisa mereduksi beban rangka bus pada bus-bus yang banyak dibuat di Indonesia. "Kami mempersiapkan produksi sejak tahun 2012. Kuartal pertama 2013 kami mulai membuat bus dengan rangka galvanis namun plat bodi menggunakan alumunium," kata Yosep Kristanto staf marketing Karoseri Nusantara Gemilang.

Yosep mengungkapkan, selama 2012 berbagai persiapan mereka lakukan. Sejak awal berdiri, lanjut dia, Karoseri Nusantara Gemilang memang fokus pada bus yang dibuat dengan bahan alumunium. Apa keuntungan bus berbahan alumunium? "Yang jelas alumunium tak dihinggapi korosi. Kedua, dengan rangka bus alumunium bus menjadi lebih ringan jika dibandingkan dengan bodi bus dari plat besi galvanis," kata Yosep lagi.

Keuntungan lain, semakin ringan bodi bus, semakin ringan kinerja mesin sehingga keawetan mesin maupun suku cadang bus lebih terjaga. Salah seorang Rudy dan Supriyanto, kru bus yang membawa bus tingkat dari Kudus ke Jakarta menyebut angka 16,6 Ton. Untuk chassis MAN R37 tonase maksimal adalah 26 Ton. "Bus harus masuk jembatan timbang di Cikampek," kata Supriyanto. 


Desember lalu, karoseri yang berbasis di Kudus, Jateng, menyelesaikan pembuatan satu unit bus tingkat khusus pariwisata dari empat chassis yang mereka miliki. Sementara masih ada satu unit lainnya yang dibuat dengan versi bus bertrayek reguler dengan desain interior seperti bus-bus pariwisata kebanyakan. Sisanya, dua unit lagi masih dalam proses rancangan awal.

Khusus, untuk bus pariwisata, interior bus dirancang cukup mewah. Di lantai satu disiapkan sofa dan mini bar yang bisa dinikmati enam orang. Ada pula toilet untuk melengkapi perjalanan yang panjang. Bus dilengkapi pendingin ruangan untuk lantai satu dan lantai dua. Posisi AC cukup unik. Ada di atas kompartemen mesin. Motor pendingin diletakkan persis di belakang sofa lantai satu yang berbatasan dengan lantai dua, di atas mesin. Posisi ini mempermudah penempatan blower. Maklum, dengan ketinggian sekitar 3,9 meter tak bisa sembarangan menempatkan AC di atap bus. 


Di lantai dua bus diisi deretan kursi yang tak banyak ditemui pada bus-bus di Indonesia. Kursi berkonfigurasi 2-1 itu dilengkapi cover di setiap kursi, mengingatkan kita pada kursi pesawat kelas eksekutif. Ada tombol di sandaran tangan kanan, fungsinya untuk mengatur kemiringan sandaran kursi secara elektris.

Di sandaran tangan kiri ada juga tombol untuk mengontrol layar tv mini. Sandaran kursi juga bisa bergetar dengan gerakan memijit yang lembut. Fitur-fitur seperti ini mendekatkan penumpang bus tingkat pertama Karoseri Nusantara Gemilang mendekati karakteristik pesawat di kelas bisnis dan eksekutif. Bus bertambah nyaman karena bus yang berukuran jumbo ini hanya untuk 26 penumpang saja. Jarak antar kursi sangat lega. Ruang di lantai dua terlihat lapang. 

Chassis MAN R37 yang menjadi bassis bus bertingkat dari Karoseri Nusantara Gemilang cukup memudahkan pengaturan kapasitas penumpang. Selain diatur untuk kepentingan eksekutif kalangan atas, dengan panjang mencapai 13,5 meter, 68 penumpang bisa diangkut dengan posisi duduk seperti bus reguler.

Menurut Penanggungjawab Produksi Karoseri Nusantara Gemilang T. Indarto, pihaknya siap memproduksi bus tingkat maupun bus satu lantai secara massal. Kapasitas produksi untuk bus tingkat mencapai 100 unit setahun. Sementara untuk bus satu lantai, Kapasitas produksi terpasang 150-200 unit setahun. Saat ini karoseri itu tengah menyelesaikan tahap pertama pesanan 10 unit bus berdinding alumunium. Targetnya Maret mendatang sepuluh unit pesanan operator bus asal Jakarta tersebut bisa diserahkan. 

Karoseri Nusantara Gemilang, menurut Yosep, tenaga kerja yang mereka rekrut menjalani masa magang selama setahun di Malaysia untuk mempelajari proses pembuatan bus berbahan alumunium. Dia berharap alternatif bahan alumunium itu bisa diserap pasar Indonesia. 



Dikutip dari HalteBus.Com 
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih

Followers

Follow by Email